“Jika benar dia juga ada menyimpan perasaan yang sama, aku harap agar Engkau kuatkan hatinya. Tabahkan hatinya dalam beribadat kepada-Mu kerana kelak dia bakal menjadi imam pada seorang wanita & zuriatnya. Kukuhkan cintanya agar dia tidak mencintai, merindui dan mengingatiku lebih daripada dia mencintai, merindui dan mengingati-Mu dan sayyiduna Nabi Muhammad Al-Mustafa. Aku tidak mau itu terjadi.. Tuhan inilah yg kupinta, demi-Mu aku melepaskan apa yang ada. Dan demi mujahadah ini peliharalah jiwaku dan hatiku, genggamlah erat ia wahai Tuhanku, ini milik-Mu ”







Jika “cinta dalam diam” itu mulia,
Maka bukan dalam diamnya Ia mendamba,
Bukan dalam kesendiriannya Ia curahkan rasa,
Bukan dalam senyapnya nama itu disebut dalam tiap bisikan do’a - sesering mendo'akan kedua orang tua - bahkan lebih dari itu
Jika “cinta dalam diam” berbuah pahala,
Maka dalam diamnya Ia fokus memantaskan diri,
Dalam kesendiriannya Ia gigih meredam letupan rasa, tanpa mengungkitnya pada siapapun - bahkan apapun - biar itu menjadi rahasia kecil antara dirinya dan Sang Pencipta saja
Dalam do'anya Ia berharap Allah senantiasa menuntun hatinya, agar kehadiran sosok itu tiada lagi mengusiknya, kekhawatirannya adalah jika hatinya mulai terbuai mendekati zina...
Karena kemuliaan sebuah rasa, tidak terletak pada seindah apa kata terangkai untuk menggambarkannya: “cinta dalam diam”/ “mencintai karena Allah”/ “kupinang kau dengan bismillah”,
Melainkan pada caranya membingkai rasa, agar Ia tetap pada koridor yang diridhoi RabbNya
Wallaahu a’lam
‪#‎HM

                                      https://www.facebook.com/DakwahMuslimah?ref=ts&fref=ts


0 komentar:

Posting Komentar

Pages

Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts

About Me

Blogroll

Blogger templates

Blogger news

Read more: http://farhanshare.blogspot.com/2012/07/membuat-efek-tulisan-mengikuti-cursor.html#ixzz2OvvX6iJH

Followers

Sample Widget